cari penawaran properti

Thursday, 27 December 2007

Pilih Apartemen, Asal Jeli Dapat Rejeki



INVESTASI di apartemen atau kondominium kini sudah semakin merakyat. Memang, selama ini apartemen maupun kondominium lebih banyak berada di pusat kota. Maklum, kebutuhan hunian masyarakat perkotaan semakin tinggi sementara lahan yang tersedia semakin sempit.
Tapi, kini, pengembang apartemen dan kondominium juga makin semangat menggelar ekspansi ke kawasan pinggiran Jakarta. Misalnya, mereka membangun apartemen di Depok, Serpong, Karawaci, dan Bekasi. Nah, tentu Anda juga ingin tahu untung-ruginya jika berinvestasi di apartemen atau kondominium yang berada di pinggiran Jakarta.
Menurut Anton Sitorus, Senior Manager Research PT Jones Lang Lasalle, prospek dan kondisi pasar apartemen maupun kondominium yang ada di pinggiran Jakarta berbeda di masing-masing tempat. Hal yang menentukan adalah lokasi, fasilitas, dan kualitas dari proyek apartemen tersebut. Yang pasti, pengembang yang membangun apartemen atau kondominium di pinggiran Jakarta umumnya membidik pasar kelas menengah ke bawah.
"Pasarnya masih terbatas, karena kebutuhan masyarakat (golongan menengah) untuk membeli apartemen masih rendah," kata Anton. Pasalnya, masyarakat yang mencari hunian di pinggiran Jakarta biasanya lebih memilih rumah ketimbang apartemen.
Jadi, jika berinvestasi di apartemen yang ada di pinggiran Jakarta sebaiknya Anda memakai horizon jangka panjang. Sementara, jika ingin menyewakan kembali, Anda perlu memastikan bahwa di daerah tersebut terdapat cukup banyak calon penyewa. Misalnya, apartemen yang ada di dekat kampus bisa disewakan kepada mahasiswa. Selain itu, apartemen berada di dekat daerah industri atau pabrik yang banyak mempekerjakan pekerja asing (ekspatriat), juga memiliki potensi pasar sewa.
Tentu saja, Anda harus menyesuaikan tarif sewa itu dengan calon konsumen dan fasilitas yang diberikan. Soalnya, selera pasar mahasiswa dengan pasar ekspatriat tentu sangat berbeda. Agar tak salah, ada baiknya Anda melakukan studi terlebih dahulu atas apartemen atau kondominium itu sebelum memutuskan untuk membelinya.
Jika ditilik dari sisi pasokan, suplai apartemen dan kondominium di pinggiran Jakarta memang hanya sekitar 4.000 unit-5.000 unit. Bandingkan dengan pasokan apartemen siap pakai di dalam kota Jakarta yang menurut Anton sudah mencapai 45.000 unit. Sedangkan yang tengah dibangun berjumlah 33.000 unit. "Tetapi, di luar kota Jakarta, permintaannya juga belum banyak," tuturnya.
Pertumbuhan harga apartemen dan kondominium sebenarnya masih positif. Namun, untuk pasar di luar Jakarta, kenaikan harga tersebut tidak akan terlalu besar. Karenanya, jika ingin mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi, sebaiknya Anda mencoba untuk berburu apartemen atau kondominium di pinggir Jakarta itu pada saat peluncuran (launching). Pasalnya, pada saat itu harga yang ditawarkan oleh pengembang adalah harga promosi yang tergolong miring. Apalagi, tak jarang pengembang berani memberikan diskon besar.
"Setelah meluncurkan proyeknya dan mulai banyak yang membeli, pengembang akan menaikkan harga," terang Anton. Kalau Anda bisa sedikit bersabar, dan menjual apartemen atau kondominium tersebut satu-dua tahun kemudian, mungkin harganya sudah naik dua kali lipat. Inilah keuntungan yang disebut sebagai capital gain. Keuntungan yang Anda dapatkan bisa bervariasi. Besarannya bisa 10%, 50%, atau bahkan lebih dari 100%, bergantung lokasi dan karakteristik apartemen atau kondominium tersebut. Sangat jarang, harga properti tersebut turun atau jatuh, kecuali dalam kasus-kasus tertentu. Selama Anda belum berniat menjual apartemen atau kondominium yang Anda miliki, Anda tetap bisa meraih pendapatan dengan menyewakan. Yang pasti, Anda memang harus jeli agar bisa meraup rezeki.

Hari Widowati


Tittle : Meski Pasar Terbatas, Asal Jeli Pasti Bisa Meraup Rezeki

posted by kontan on 09/28/07

No comments: